Sektor Pendidikan Indonesia Didorong Berbenah Hadapi Disrupsi Digital dan AI

oleh -1155 Dilihat
oleh
Editor: Redaksi InfoSAWIT Jawa
InfoSAWIT Jawa
Dok. InfoSAWIT Jawa/ Sistem pendidikan konvensional kini dituntut melakukan perubahan mendasar agar tetap relevan. Para ahli menyoroti pentingnya pembaruan visi pendidikan, perancangan kurikulum yang lebih adaptif.

InfoSAWIT JAWA, JAKARTA – Dunia pendidikan Indonesia tengah memasuki masa krusial seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi, digitalisasi, dan kecerdasan artifisial (AI) yang kian mengubah berbagai aspek pembelajaran. Kemajuan ini membuka peluang besar, namun juga menghadirkan tantangan kompleks yang menuntut transformasi cepat dan terarah.

Sistem pendidikan konvensional kini dituntut melakukan perubahan mendasar agar tetap relevan. Para ahli menyoroti pentingnya pembaruan visi pendidikan, perancangan kurikulum yang lebih adaptif, peningkatan kompetensi guru, serta penguatan infrastruktur dan strategi implementasi. Pendidikan, menurut mereka, harus berkembang melampaui sekadar transfer pengetahuan, yakni membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan literasi digital yang kuat untuk bersaing di era digital.

Menjawab tuntutan tersebut, Yayasan Rawamangun Mendidik (YRM) bekerja sama dengan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Ikatan Alumni UNJ menggelar Seminar Pendidikan Nasional bertajuk “Desain Ulang Pendidikan Indonesia: Strategi dan Inovasi Menghadapi Gelombang Disrupsi Digital dan AI.”

BACA JUGA: Tes Kemampuan Akademik Nasional Dimulai, 1,9 Juta Siswa Ikuti Gelombang Pertama

“Seminar Pendidikan Nasional yang diselenggarakan oleh Yayasan Rawamangun Mendidik bersama UNJ dan IKA UNJ akan berlangsung di Auditorium Perpustakaan Nasional Jakarta pada Rabu, 26 November 2025,” ujar Ketua Panitia Seminar Pendidikan YRM, Aziz Nasution, dalam konferensi pers, Sabtu (22/11/2025).

Aziz menjelaskan, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof Brian Yuliarto ST., M.Eng., PhD., dijadwalkan memberikan pidato kunci. Sejumlah narasumber terkemuka juga akan hadir, di antaranya Prof Dr Yudi Latif selaku Ketua Pusat Studi Islam dan Kenegaraan Indonesia; Prof Dr Robertus Robet MA dari UNJ; Prof Dr Richardus Eko Indrajit MSc, MPhil, MA selaku Ketua Smart Learning and Character Center PGRI; serta Satriawan Salim, M.Pd selaku Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidik dan Guru.

Pada kesempatan tersebut, YRM juga akan memaparkan hasil survei bertajuk “Informasi Pendidikan dalam Media Massa dan Media Sosial Januari–Oktober 2025.”

BACA JUGA: Dari Replanting hingga Panen Perdana, KUD Usaha Tani Tunjukkan Transformasi Sawit Berkelanjutan

“Survei ini diperkirakan akan mengungkap jumlah dan karakter informasi pendidikan yang beredar di media massa maupun media sosial. Hasilnya dapat menjadi rujukan bagi pemangku kepentingan, pengambil kebijakan, maupun pihak yang bergerak di bidang komunikasi pendidikan,” tambah Aziz.

Hingga saat ini, jumlah peserta yang telah terdaftar mencapai sekitar 200 orang. Mereka berasal dari kalangan guru, dosen, tenaga kependidikan, kepala sekolah, pengawas sekolah, hingga pejabat Dinas Pendidikan di tingkat pusat maupun daerah. Seminar ini juga diikuti akademisi, peneliti, mahasiswa, serta para praktisi dan pelaku industri EdTech. (T1)

InfoSAWIT


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari infosawit.com. Mari bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Bila Anda memiliki informasi dan rilis tentang industri sawit, Silakan WhatsApp ke Redaksi InfoSAWIT JAWA atau email ke sawit.magazine@gmail.com (mohon dilampirkan data diri)